Berita

Koordinasi Pengolahan Bahan Pustaka : Pengenalan RDA (Resource Description and Access

Dunia perpustakaan memasuki era baru seiring diperkenalkannya RDA (Resource Description and Access.)” menjadi standar baru pengatalogan menggantikan peran AACR2. Kemunculan RDA (Resource Description and Access.)” didorong oleh adanya fakta bahwa perpustakaan kini beroperasi dalam dunia digital dan berbasis web yang membuat hubungan antara pembuat metadata dan pengguna di luar perpustakaan menjadi semakin penting. Oleh karena itu, pengembangan RDA (Resource Description and Access.)” dilakukan secara kolaboratif dan melibatkan banyak pihak, antara lain, Dublin Core dan komunitas web semantik untuk membandingkan model konseptual dan standar yang digunakan, Library of Congress Network Development and MARC Standards Office untuk memastikan kompatibilitas RDA dengan MARC21, IFLA Cataloguing Section untuk menjamin harmonisasi RDA RDA (Resource Description and Access.)” dengan standar pengatalogan internasional.

 RDA (Resource Description and Access.)” disusun berdasarkan prinsip dan standar internasional yang dikembangkan oleh IFLA, yakni the International Cataloguing Principles (ICP). ICP merupakan pembaruan dari ‘Paris Principles’ yang merupakan landasan AACR2. Selain itu, RDA juga mengadopsi model konseptual Functional Requirements for Bibliographic Records (FRBR) dan Functional Requirements for Authority Data (FRAD) serta International Standard for Bibliographic Description (ISBD).

Melalui Rapat Koordinasi ini diharapkan dapat menciptakan kesadaran (creating awareness) akan adanya standar baru yang tentu saja akan disertai perubahan yang besar dan cukup mendasar dan harus disambut dengan tindakan antisipasi yang bijaksana.

Acara Koordinasi Pengolahan Bahan Pustaka ini dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 23 Oktober 2012 dengan narasumber Ibu Irma Utari Aditirto, S.S., SIP., M.Lib


Berita Terkait


0 Komentar :

Kirim Komentar :
Nama
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)