Bahan Perpustakaan Pilihan

Dilema Tionghoa miskin

Penulis : Stefanus Rahoyo
Penerbit : Tiara Wacana
Edisi :
Tahun Terbit : 2010
Jenis Koleksi :
Kategori :
ISBN : 978-979-1262-30-9

“Orang Tionghoa adalah orang yang berhasil secara materi”, begitulah stereotipe yang berkembang di tengah masyarakat. Stereotipe ini bahkan telah ikut memperkuat identitas tipe ideal (ideal Type) etnis Tionghoa. Sekalipun demikian, stereotype tersebut tidak bias menutupi kenyataan bahawa sebagian orang Tionghoa masih hidup di dalam kemiskinan. Bahkan, sebagai implikasinya, sebagian di antara mereka mengalami krisis identitas. Ketimbang disebut sebagai “orang Tionghoa”, mereka lebih suka mengidentifikasi diri sebagai “orang miskin”.


Buku ini mengkaji kompleksitas persoalan “kemiskinan” di antara etnis Tionghoa tersebut dengan menempatkan nilai-nilai etnis sebagai kunci penjelas yang utama. Melalui penelaahan system nilai yang dianut oleh masyarakat Tionghoa, seperti tatanan nilai social di dalam konfusianisme, ajaran tentang hao, serta karakter dyadic dalam relasi social guanxi beserta makna “modal social” (social capital) yang menyertainya, kajian ini berusaha menemukan jawaban atas pertanyaan: mengapa sebagian dari etnis Tionghoa miskin mampu mentas dari kemiskinan, sementara sebagian yang lain masih tetap hidup di dalam belenggu kemiskinan.


Kajian ini sekaligus dimaksudkan untuk mengisi celah-celah teoritis tentang identitas social yang selama ini lebih banyak menyoroti fenomena konflik, khususnya konflik etnis. Melalui kajian ini, persoalan identitas social terbukti amat berkaitan dengan persoalan ekonomi. Nilai “pluis” lainnya dari buku ini adalah paparan testimonial mengenai “rahasia dapur” dari penulis buku ini atas proses penelitiannya. Pemaparan behind the scene seperti ini diharapkan dapat menginspirasi para peneliti lain yang saat ini sedang berproses untuk menyiapkan penelitiannya.